g r a t i s a n i s f r e e #1


(wahyu dan fahmi)  


(cindy dan erwin )


(annestya) 


(cintya and him)


spesial 
buat orang yang sangat kami kasihi 
yang sudah tiada, farhanaz ...
sepi nya tiada dirimu. 



where are you brother? 
hey you! where are you..
i'm still waiting you my bro..


b o n e

kamu tercipta dari tulang rusukku, 
aku tercipta dari tulang rusukmu
siapa yang lebih dahulu dicipta? 


and i'm wonder!


liquid water colour and pen on canson 

bloody circus
mix media by rishma riyasa
story by gabriel dias agatha 

entah apa yang ada di sana, daerah kumuh, becek, tanahnya selalu basah, jalanan seperti minyak ikan yang setiap saat berbau amis, meskipun wanita wanita berbaju rumbai rumbai  selalu saja menyiramnya, tapi tak ada artinya juga, air yang mereka siram ke jalanan untuk menghilangkan bau amis juga air bekas ikan tak laku semalaman, ini pelabuhan, nelayan berwajah kusut selalu turun dari perahumya dan membongkar hasil tangkapannya, istri istri mereka menunggu dirumah, menyusui bayi mereka. entah apa kandungan ait susunya, minyak ikan juga mungkin, sepertinya hidup mereka hanya bergelut soal ikan dan bau amis. mereka benc bau amis itu tapi tiap hari harus selalu bersenggama dengan bau nya. 

lain halnya dengan seorang laki laki penyewa salah satu petak ruangan di daerah amis itu, dia mencintai bau amis itu, menciuminya di setiap sudut ruangan kecilnya, meraba tiap sudutnya, intinya, hidupnya yang ia tau adalah untuk menjadikan bau itu menjadi bau yang paling dirindukan tiap orang. 
penduduk kota itu mengenali pria itu dengan nama lelaki badut. tak ada yang mengetahui nama aslinya. anak anak setiap sore slalu memenuhi ruangan sempitnya, ingin melihat pertunjukan seorang lelaki badut yang selalu menyenangkan, meskipun hanya itu yang bisa ia lakukan untuk terus membeli semangkuk bubur dengan suir suiran ikan asap di atasnya. 
penduduk kota yang dewasa dan lebih tua, tidak menghiraukan keberadaan seorang lelaki badut di kota mereka, bagi mereka, badut adalah pekerjaan menjijikan yang tak berarti tak berwibawa, tak menghasilkan, hanya suka bermain main dengan bedak, lipstik ,bola dan mimik muka bodoh. 
tapi anak anak menyukainya, sangat mencintainya, untuk mereka,lelaki badut seperti bau harum di tengah kota yang yang mereka tau selama hidup mereka hanya ada bau amis. 

di sudut kota itu, seorang wanita yang selalu bergincu merah sedang memandangi cerminnya, membersihkan riasannya, air matanya membasahi pipinya, kali ini berwarna hitam karena ikut menyapu maskaranya. 
ia hanya menjadi pemuas seks lelaki hidung belang sejak ia berumur 17 tahun, 
hanya itu yang bisa ia lakukan untuk tetap menghidupi dirinya dan seorang anak perempuan yang pernah ia lahirkan 3 tahun lalu di kamar mandi sebuah stasiun kereta bawah tanah. ia sebenarnya kecolongan, ia mengira 3 hari setelah ia datang bulan berarti sudah aman untuk berhubungan seks dengan lelaki yang membayarnya dan memasukan  hasil hubungannya itu di dalam kelaminnya. tapi ia salah.. ia hamil. dan lahirlah bayi tanpa ayah yang tali pusarnya hanya dipotong dengan sebuah pisau lipat milik lelaki parlente yang dicuri ibunya di sebuah bar. 
wanita bergincu merah itu bernama 
gloria 

tentang pertemuan itu 


 ia mencintai lelaki badut itu.. gloria mencintainya lebih dari apapun..
tak pernah ia temukan seorang laki laki tanpa cela yang suka menghibur dan membuat anak anak kecil tertawa.pertemuan itu terjadi saat ia sedang menunggu pelanggannya di dekat tempat tinggal si lelaki badut. pertemuan itu manis, disaat iu gloria tak mencium bau amis sedikit pun, ia hanya melihat dan tersenyum manis saat lelaki badut itu menawarinya sebuah payung ketika hukan rintik rintik sebesar semut menjatuhi kota itu. 
kota itu berbah manis.
amis hilang bersama lelaki badut penuh riasan penuh layaknya badut lainnya. 
gloria jatuh cinta saat pertemuan pertama itu.
2 bulan ia habisi menjadi pemuja rahasia. mencari pelanggan sengaja ia lakukan di sekitar sudut derah rumah lelaki badut. tapi sampai ia mendapat puluhan pelanggan selama beberapa bulan itu, tak sedikit pun lelaki badut itu meliriknya.

4 bulan berlalu.. 
bau manis itu mulai samar samar tercium oleh gloria. kini yang mendominasi hanya bau amis yang menyelimuti  korsetnya yang ketat. 
suatu malam ia memberanikan diri dan badannya untuk menhampiri lelaki badut
ia menyatakan perasannya,mencritakan apa yang yang rasakan dengan hatinya yang sudah ia pautkan kepada lelaki badut itu. malam itu beralih menjadi pagi....

sorenya sebuah surat kabar berisi berita utama 

HEADLINE NEWS
DITEMUKAN SEORANG LELAKI BERIASKAN SELAYAKNYA BADUT DENGAN SEBILAH PISAU BERKEPALA HATI DAN BERUKIRKAN HURUF "G" TERTANCAP DI BAGIAN KIRI DADANYA DI SEBUAH RUANGAN SEMPIT .. 

darah sudah mengental dan mulai mengering dan ditemani tubuh yang sudah mulai membiru. di sudut ruangan sempit itu juga tergantung seorang wanita yang dikenal orang sebagai pekerja seks bayaran rendah dengan tali tambang coklat yang membuat lehernya bermotif indah dan biru pucat bersama kira kira sepuluh balon warna warni yang terlilit juga di lehernya, 


sore itu berubah menjadi malam kelabu dan kota mulai senyap setelah surat kabar itu beredar dan 2 mayat sudah di makamkan di tanah lembek di satu satunya perkuburan tua di kota itu.
bau malam berubah amis menjadi anyir di ruangan sempit itu, tak ada yang tau apa yang terjadi di malam kemarin 

seorang anak mulai mengantuk ketika ia sudah didongengkan ibunya buku dongeng tentang 3 babi dan serigala,ketika ibunya meni nggalkan ruangan itu sia ank berbisik,
"ibu, lelaki badut itu tak mencintai wanita berdada besar itu, wanita itu kemudian menangis, dan mengambil pisau di tas mungilnya, dan menusuk lelaki badut ku itu bu, lalu wanita itu membuat simpul tali dan menggantung tubuhnya bu, aku serta anak anak berhenti mengintip dan masuk  dan melilitkan balon balon itu di lehernya  supaya lebih terlihat  indah, agak sulit, kami berganti gantian menaiki meja meraih leher wanita itu bu, hahaha lebih indah kan,  bu aku benci wanita itu bu, lelaki badut kami tak ada lagi"